Kurikulum Dasar Agama Islam untuk Usia 5-7 Tahun

Kurikulum dasar agama islam untuk usia 5-7 tahun merupakan kurikulum dasar yang wajib dikuasai oleh anak untuk menyambut usia aqil balighnya. Pada usia 5-7 tahun ini, anak mulai dikenalkan dengan agama dengan kurikulum yang paling dasar. Apa saja yang harus dipelajari oleh anak pada usia 5-7 tahun? Berikut aku kutipkan dari Zia ul Haq:

Turutan/ Iqra/ Qiraati/ Baghdadiyah

Turutan/ Iqra/ Qiraati/ Baghdadiyah adalah metode membaca al-Qur’an. Metode yang dipilih boleh disesuaikan dengan apa yang dikuasai oleh orang tuanya, atau mencari guru untuk mengajarkan anak membaca al-Qur’an dengan metode yang sreg di hati orang tuanya. Keluarga kami menggunakan metode An-Nahdhiyah.

Tajwid/ Gharib

Tajwid yang diajarkan kepada anak usia 5-7 tahun yang baru belajar membaca AlQur’an adalah tajwid praktik tanpa menjelaskan hukum a b c d z. Bagaimana melafadzkan idhghom bi ghunnah dengan berdengung, bagamana melafadzkan idzhar dengan jelas, bagaimana melafadzkan hijaiyah dengan tepat.

Bacaan dan Gerakan Shalat

Bacaan shalat yang diajarkan kepada anak adalah bacaan yang bersifat wajib. Jika anak sudah lancar, boleh diajarkan bacaan-bacaan sunnah.

Doa-doa Pendek

Doa-doa pendek sehari-hari sudah mulai bisa diajarkan kepada anak usia 5-7 tahun. Orang tua bisa mengajak anak untuk melafadzkan doa bersama-sama ketika akan melakukan aktivitas, seperti doa mau tidur, doa setelah bangun tidur, doa mau makan, doa setelah makan, doa masuk rumah.

Juz Amma

Surat-surat pendek diajarkan kepada anak sebagai bekal untuk shalat. Ajak anak untuk melafadzkan surat pendek bersama-sama hingga anak hafal dengan sendirinya. Sebaiknya mengajak anak untuk menghafal dari surat An-nas.

Kurikulum agama islam untuk usia 5-7 tahun tentu saja harus tetap diiringi dengan kurikulum agama islam untuk anak usia 0-5 tahun. Semoga kita dikaruniai keluarga yang bersama-sama dalam Naungan Cinta Rabbuna, taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.